Honda CB 100, Cafe Racer Cebol

Posted by ragiel pendowo on Friday, August 10, 2012


Purnama Sultan Dasa Nugraha putar otak. Wah, pusing dong. Katanya gara-gara ingin tampil beda dalam modif. Di Indonesia, cafe racer biasanya aplikasi pelek diameter besar. Nah, supaya beda, builder dari Glanet Radical Kustom Bandung ini pilih roda cebol.

Ini yang membuat doi menelurkan karya terbarunya dengan tema mini caf racer. Konsepnya terdapat di pelek yang mengadopsi diameter extra mini, jelas Kang Empur, sapaan akrab bro yang biasa mangkal di Jl. Karapitan No.11, Bandung.

Di Jepang memang sudah ada yang aplikasi seperti gini. Komunitas yang eksis disana sih namanya G-Craft, tambah Purnama semangat.

Body classic standar CB 100 harus rela ditanggalkan untuk diganti baju baru yang classic sporty. Lantas Kang Empur memanfaatkan pelat besi setebal 0,9 mm untuk bikin bodi baru si cebol racer ini. Seperti batok lampu depan, tangki, buntut, sepatbor dan box aki.

Selain konsep cebol caf racer yang dikuatkan di CB 100 ini, Kang Empur juga menggabungkan tampilan mobil diecast Hot Wheels. Ini mainan yang digandrunginya sejak doi masih ngedot he..he... Realisai penggabungan dua nuansa modif motor dan mobil diecast ini dicurahkan lewat sentuhan warna kuning dan bendera start-finish untuk membalut motor keluaran 1980 ini.

Warna Kuning di motor cebol ini mencomot aura mobil Jaguar Sport 1982, yang menjadi diecast koleksinya. Kelir ini juga ada artinya bagi orang Sunda. Selain cerah ceria juga raos jaya abadi sentosa ha..ha.., canda bapak satu anak ini yang dibantu Adi Berto dari BornKill untuk urusan painting. Sae pisan kang. Cat aplikasi Yellow Light kepunyaan Sikkens.

Angka 22 di nomer start sebelah kanan-kiri, memiliki makna yang sangat berarti. Ternyata selain angka keberuntungan, itu merupakan tanggal lahir buah cintanya bareng mojang Bandung blas-teran Padang yang hadir mengisi hidup Kang Empur, tepatnya pada 22 Oktober 2010.

Guna penyesuaian tinggi motor, lingkar roda aplikasi pelek mini hasil custom dari mobil Suzuki Carry 3,00x12 inci untuk mengawal ban depan dan dari Daihatsu Zebra 6x13 inci untuk belakang.

Kang Empur juga turut memotong as sok depan kepunyaan Honda GL-Pro sekitar 6 cm. Biar lebih kreatif, segitiga dibikin baru berbahan besi hasil olah tangan Kang Empur. Hasilnya tinggi motor bisa dikebiri dan lebih ceper.

Namanya Caf Racer, kalo enggak bisa ngebut cemen banget. Makanya doi juga upgrade urusan dapur pacu. Penggebuk kompresi aplikasi piston kepunyaan Honda Tiger oversize 50. Diikuti noken as, karburator Keihin PE28, CDI GL-Pro dan sepul handmade, Plat kopling pakai Nagata Racing seru El Pilot Street Demon Bandung ditemani Baiz Badjidor buat upgrade.

Kalo dihitung pakai rumus sih, motor ini jadi punya ruang bakar sekitar 159,16 cc atau dibuletin jadi 160 cc. Naik sekitar 60 cc dari yang semula hanya 100 cc. Ngimbangin cc yang sudah naik, biar ketika ngrem mendadak motor enggak nyelonong, kaliper dan master rem comot kepunyaan Brembo. Mantap.(motorplus-online.com)



{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment