Yamaha Mio Sporty, Kencang Bermodal Piston GL-Max Oversize 200

Posted by ragiel pendowo on Thursday, August 30, 2012


Ini dia salah satu Yamaha Mio yang kencang di balap trek lurus bermodal piston 58,5 mm. Untuk mengetahui spesifikasinya, Rival Wahyudi Fernando, mekanik Rspeed di Jl. Ciledug Raya, Gg. Sulaiman, Jakarta Selatan menuturkan kalau bagian mesin yang diubah hanya diameter sehernya. Sedangkan stroke tetap mengandalkan ukuran dan part asli.

Untuk seher pakai piston Honda GL-Max oversize 200 yang diameternya 58,5. Seher ini dipasang ke stang seher asli dengan sedikit perubahan pada pen piston. Sekarang volume silinderya jadi 155 cc, lanjut Rival yang mematok perbandingan kompresi 13,8 : 1.

Selain ruang bakar, komponen yang bisa diubah dudukan seting klep. Boleh pakai model mendam atau geser derajatnya. Tapi, buat cari aman, Rival menggunakan ubahan seting klep model mendem lantaran ukuran klep yang dipakai mesti aslinya.

Kalau pakai klep model seting mendem, Rival mengaku bisa bikin tinggi lift kem hingga 7,5 mm. Lalu durasi kem in dibikin 245 derajat dan out 240 derajat. Hasilnya jarak overlap bisa lebih lebar. Setingan ini sangat cocok buat trek jarak 500 meteran, lanjutnya.

Lalu ubahan mesin macam ini hanya diperbolehkan menggunakan karbu standar 24 dengan setingan bebas. Kebetulan saja spek mesin garapan Rival menggunakan setingan spuyer pilot-jet 45 dan main-jet 115 untuk hasilkan kemenangan.

Bahkan pengapian hanya diperbolehkan asli pabrik. Hanya saja knalpot standar bisa dimodifikasi dengan cara bobok atau model kondom yang kebetulan lagi buming saat ini, ingat Rival. Sip banget bro! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban belakang : Eat My Dust 60/80-17
Ban depan : Comet 2,15-17
Sok belakang : KTC
Handel rem : Variasi





More aboutYamaha Mio Sporty, Kencang Bermodal Piston GL-Max Oversize 200

Honda CBR 250R, Telanjang Pengusir Pegal

Posted by ragiel pendowo


Honda CBR 250R memang dibekali dengan gen sporty tulen dari lahir, bentuknya sudah merunduk dengan desain fairinginya yang nampak elegan. Tapi tak semua pemilik motor yang satu ini langsung nyaman pada suguhan standarnya. Seperti order yang masuk ke Ngayun Speed.

Konsep awal sih dimulai dari yang punya motor. Sering ngeluh kalau motornya terlalu nunduk dan gak kuat kalau dipakai harian. Makanya saya beri masukan untuk merombak motornya berkonsep naked bike, Tutur Tommy, pemilik Ngayun Speed pada CBR 250R milik Tery Radian.

Dengan konsep telanjang ala street fighter, setang lebar yang lebih tegak bisa diaplikasikan. Harapannya masalah pinggang pegal bisa segera hilang. So, enggak pakai lama, proyek menelanjangi CBR 250R langsung berjalan.

Langkah awal tentunya melepas fairing. Sayangnya komposisi depannya malah terlihat cungkring. Sokbraker depan yang masih teleskopik konvensional bikin cupu karena terlalu kecil. Gantinya sok upside down milik Yamaha TZR 125 jadi solusi. Karena bukan limbah moge, dimensinya justru pas pada bodi CBR 250R yang tidak terlalu lebar.

Untuk pemasangannya gak terlalu rumit kok. Hanya mengganti as segitiga Yamaha TZR 125 dengan as segitiga CBR 250R. Karena as segitiga TZR 125 terlalu besar, rinci Rohim, mekanik Ngayun Speed yang kebagian repot dalam pengerjaanya.

Setelah suspensi, setang lebar tie fatbar dari Nassert Beet langsung dipasang. "Agar terlihat seperti Ducati, rangka dicat ulang rangka dengan warna merah," tambah Rohim. Detail lainnya seperti lampu sengaja dipasang model bulat yang dikawinkan dengan windshield Ermax yang bagian bawahnya disesuaikan dengan bentuk lampu custom barunya.

Selebihnya bengkel yang terletak di Jl. Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini tinggal menambahkan pernik-pernik pemanis seperti cover bodi belakang yang dicustom ulang dari fiber. Desain barunya lebih meruncing dengan stop lamp LED 3 in 1 milik honda CBR 1000R. Sedang engine cover di bagian kolong tetap mempertahankan panel fairing paling bawah.

Untuk sektor mesin gak terlalu banyak rombakan, pasalnya mesin sudah dirasa cukup untuk si empunya. Hanya memasangkan knalpot Termignoni agar suaranya tambah sangar. Nah, sekarang gak bakal ngeluh sakit pinggang lagi kalau habis touring. Mantab deh! (motorplus-online.com)

Data Modifikasi :
Master rem depan: Brembo RCS 16
Windshield : Ermax
Slang Rem Depan : Hell
Radiator: Custom
Ngayun Speed: 085695947868






More aboutHonda CBR 250R, Telanjang Pengusir Pegal

Kawasaki KRR150-SE, Besutan Ala WSBK

Posted by ragiel pendowo on Wednesday, August 29, 2012


Tampilan Kawasaki ZX-6R yang dibesut pembalap tim Kawasaki Motocard.com bikin Engkos Kosasih pemilik Kawasaki Ninja KRR jatuh hati pada pandangan pertama. Itu lho tim yang biasa melahap aspal sirkuit di ajang balap motor World Superbikes.

Motor ini sebulan dua kali ubah modifikasi, yang pertama kurang sreg. Pas mau ubah yang kedua kali saya browshing di Google, eh muncul tim Kawasaki Motocard, jadi bikin teguh hati buat bikin seperti itu, kata Engkos sapaan Bikers satu ini.

Buat realisasi imajinasi, doi menggandeng Andri Irawan yang punya bengkel Chemonk Modified. Bengkel ini memang sudah terkenal di kalangan pembesut Kawasaki Ninja series dan hasilnya memang beda dari yang lain.

Konsep tunggangan Broc Parkes pembalap Kawasaki yang jarang terlihat di televisi, memang sengaja dipilih. Daripada pilih motif motor yang di MotoGP, pasti sudah banyak yang pakai, jadi takut di jalan ketemu motif kembaran, kan enggak banget, jelas Engkos. Selain itu, karena memang semerek. Kalo motornya Kawasaki masa motifnya Yamaha he...he..., tambahnya.

Agar bodi terlihat lebih modern dan racing looks ala besutan WSBK, dibikinkan cover bodi baru hasil olahan dari fiberglass. Tampilan depan yang awalnya punya lampu khas Ninja 2-tak yang hanya satu, dibikin jadi dua hasil custom ulang berbahan dasar lampu reflektor Honda Vario Techno, dipadukan engle eyes dan sorotan bohlam HID.

Gawean ini, bikin tampilan KRR lebih garang dengan tatapan mata tajam. Signal indikator semakin mudah dibaca, kala odometer konvesional bawaan motor diganti pakai digital aftermarket.

Fairing samping, kontur bodi disamakan dengan Kawasaki ZX-6R Motocard. Serta buntut, dibikin lebih meruncing serta single seater. Bagian swing arm ogah ribet pakai libah moge, jadi biar simpele doi lakukan aksi kondom arm. Setelah konsep fairing keseluruhan jadi, giliran dilebur cat.

"Motif tim Kawasaki Motocard.com, menggunakan cat kepunyaan dari Cargloss, termasuk clearnya juga," kata Andri alias Chemonk. Konsep tampilan sudah racing looks abis, kalo kaki-kaki masih standar pasti kebanting bodi. So pasti doi lakukan upgrade di sektor ini.

Kulit bundar ogah terlalu kecil, juga terlalu besar. "Pelek depan lebar 2,5 inci dipadukan ban ukuran 110/70-17 dan pelek belakang 3,5 inci dibalut ban size 140/70-17," ucap Chemonk. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pelek : Enkei
Odometer : Koso
Headlight : Custom By Chemonk
Ban : Brigestone
Telepon : 0813-1827-6585




More aboutKawasaki KRR150-SE, Besutan Ala WSBK

Vespa Super 1973, Jadi 4-Tak!

Posted by ragiel pendowo on Tuesday, August 28, 2012

Ini prototipe-nya, siap diaplikasi pada Vespa anda. Minat?
Dadang Darmawan punya mimpi. Mengendarai Vespa keliling kota Bandung tanpa asap, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Kebetulan di rumahnya ada Vespa Super keluaran 1973 yang tentunya masih mengusung tipe 2-tak. AKhirnya dimodif.

Kecintaan saya terhadap Vespa dan mimpi punya Vespa 4-tak mendorong modifikasi sendiri, terang bro beken dipanggil Dadang Exel yang punya bengkel Dang Exel di Jl. Cibaduyut Sukamenak No. 116 (Curug Dogdog), Bandung.

Mengubah siklus 2-tak jadi 4 tak, Dadang menggabungkan mesin Vespa Super dengan Yamaha Mio. Komponen utama Mio yang digunakan head satu set dengan klep in-ex serta noken as, blok silinder dan piston diameter 50 mm.

Untuk menggabungkan 1 set blok silinder Mio harus bikin dudukan yang terdapat di crankcase Vespa, terbuat dari bahan babet yang dicetak mengikuti bentuk silinder Mio, lewat las babet dan argon, papar Dadang. Crankcase Vespa dan blok silinder Mio, diikat menggunakan baut silinder Honda CB.

Pen piston Mio ukuran 15 mm, kebetulan sama dengan pen kepunyaan Vespa Super, sehingga setang piston masih aplikasi Vespa. Kruk as penggerak setang seher dan piston dari TMA (Titik Mati Atas) dan TMB (Titik Mati Bawah), juga masih bawaan motor.

Kruk as yang tadinya tidak terdapat gigi sentrik untuk rantai keteng, sekarang dipasang gigi sentrik kepunyaan Honda Grand di sebelah kiri kruk as setelah bering. Pemasangan gigi sentrik ini, tinggal dipres seperti pemasangan biasa. Menggunakan sentrik dari Honda Grand. Gigi sentrik Grand ada 14 mata. Rantai ketengnya dari Grand yang bermata 90.

Sekarang sudah jadi 4-tak dan terdapat klep serta noken as, harus ada pelumasan di kepala silinder. Oli ditransfer oleh pompa pelumas Mio yang terdapat di dalam bak oli yang ikut berputar bersama girbox.

Dudukan pompa oli sudah dibikin pakai bahan babet. Jalur naik dan turun oli dibikin manual, di kanan-kiri crankcase. Walau mesin langsam girbox tetap berputar sehingga pompa oli pun ikut berputar, jelas punggawa Vespa Antique Club (VAC) Bandung ini.

Pendingin oli aplikasi radiator kepunyaan Vario. Untuk menaikkan oli, doi pakai pompa oli Honda Grand yang diputarkan oleh baut pengikat gigi centrik rantai keteng. Dudukannya terbuat dari bahan corcoran.

Ide brilian pisan lah Lur. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pengapian : Vespa PX E
Magnet : Vespa Super
Tensioner : Yamaha Mio
Karburator : Honda GL-Pro Neo Tech
Telepon : (022) 93783150



More aboutVespa Super 1973, Jadi 4-Tak!

Honda Tiger Revo, Pede Mesin Lokal

Posted by ragiel pendowo


Hoby adventure membelah hutan butuh motor mumpuni sekaligus mudah perawatan. Pakai trail buil up okelah, tapi kalau trouble di dalam hutan jadi malapetaka lantaran susah cari spare part aslinya. Makanya biar aman pakai perpaduan antara motor built up dan lokal, ujar Sava Boby Jones.

Akhirnya sepakat kaki-kaki dan rangka mengandalkan copotan dari Suzuki RMZ 450. "Pakai limbah dari satu motor ini lebih enak, tidak perlu main bubut yang mempengaruhi handlingnya," buka Lerry Rachmat Riski dari bengkel Caos Custom Bike yang menggarap motor ini.

Dimensi RMZ 450 memang lebih tinggi dari RMZ 250, tapi setelah dicoba kaki saya masih sampai ke tanah dan enggak ketinggian, ujar pemilik Tiger Revo 2008 ini.

Biar handling makin sip, areal kemudi dipercayakan pakai Renthal Twinwall. Bersanding dengan raiser setang standar bawaan RMZ 450, lalu untuk gas spontan dipasang dari produk Domino. Buat cover head lamp mengandalkan produk Protorck model universal.

Makin ciamik tampilan finishing seluruh bodi dibikin manis lewat pemasangan stiker decal. Motifnya mengandalkan warna-warna pop art yang memadukan kelir pink, biru muda, dan kuning yang jadi identitas pabrikan Suzuki. Untuk desain decal ini dikerjakan oleh Portal Design di bilangan Pondok Labu, Jakarta Selatan, tutup Sava.

HARUS COAK RANGKA
Pasang mesin Honda Tiger Revo di rangka RMZ 450 butuh penyesuaian. Ruang mesin terbilang pas-pasan meskipun sebelumnya bersemayam mesin 450 cc. Kalau mesin spesial engine meskipun kapasitas mesin besar umumnya dimensinya lebih kecil daripada mesin motor harian, ujar Lerry.

Biar mesin baru bisa duduk manis, harus dibikin breket baru pada bagian bawah rangka. Beberapa dudukan bisa memanfaatkan breket lama yang ada pada rangka bagian depan. Tinggal bikin dudukan besi pelat yang berfungsi sebagai spacer," urai Lerry yang seluruh breket pada mesin bisa dipasang ke rangka .

Nah, buat rangka depan kudu kena coak sekitar 1/2 cm sebagai ruang leher knalpot karena dimensinya yang sempit. "Kalau rangka enggak di coak leher knalpot bakal mentok dan enggak bisa terpasang," tutup Lerry. (motorplus-online.com)



More aboutHonda Tiger Revo, Pede Mesin Lokal

Honda Mega Pro dan Yamaha Scorpio Z, Kompak Satu Aliran

Posted by ragiel pendowo on Monday, August 27, 2012


Perbedaan merek dua pabrikan motor, bukan menjadi halangan untuk menyamakan aliran modifikasi. Adalah Fery Mauludin pembesut Honda Mega Pro dan Irfan Bondus yang punya Yamaha Scorpio Z membangun motor jadi keluarga Minor Fighter. Acuan modifikasinya sudah tentu street fighter.

Kalo sudah sehati tinggal realisasi. Kedua sahabat ini, mempercayakan rebuild ke Diens Bike, yang ngendon di Jl. Kolonel Sugino No. 24, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Diens Bike memang tergolong produktif urusan modifikasi.

Kami bosen dengan aliran modifikasi motor sport yang monoton. Kami sebagai pembesut motor batangan jangan sampe biasa-biasa aja, kompak sahabat dari keluarga Minor Fighter (MF) Simpul Jakarta ini. Biar lebih tahu dan tahu lebih, nyok kita bedah ubahan kedua motor sahabat ini.


KOMPAK PILIH UPSIDE DOWN
Untuk meredam getaran akibat jalan raya Indonesia yang kurang bersahabat, keduanya kompak aplikasi sok model upside down di haluan depan. Namun untuk pemilihan merek, mereka ogah sama. Scorpio Irfan, mengusung copotan satu atap alias sepabrik, doi pakai sok Yamaha R1. Sedangkan di Mega Pro Fery sedikit selingkuh dengan pabrikan lain, adopsi Suzuki GSX-R 400.

Pemasangan kedua sok upside down ini, tinggal penyesuaian di bagian as komstir. Seperti di motor Scorpio, as komstir kepunyaan Yamaha R1 harus dikecilkan dulu agar bisa dipasang di lubang komstir Scorpio, jelas Hanas Choerudin yang biasa dipanggil Udin sang modifikator.

FULL FRAME DAN 50% CUSTOM
Yang dimaksud full frame custom yaitu semua frame atau sasis motor dibuat ulang. Untuk modifikasi full frame custom dilakukan di Scorpio biru buntung.

Dari 50% frame custom yaitu sasis original yang diambil hanya centerbone saja. Sedangkan backbone dipotong dan digantikan dengan rangka baru yang juga berbahan seamless. Ukuran diameter pipa seamless yang digunakan antara 1, 1,5 dan inci.

Ubahan ini bukan karena beda pendapat. Tapi, karena keadaan rangka Scorpio, ketika mengalami penggantian mono arm, rantai mentok ke sasis dudukan arm. Jalan satu-satunya rangka harus dibuat ulang, kata Udin.

Sedangkan di Mega Pro masih aman ketika menggunakan arm lebar. Karena tipe sasis yang mono tube. Bayangkan gir depan saja tergeser hingga 6 cm dari standarnya. Tapi karena inilah full frame custom jadi sebuah virus yang merambah di MF Simpul Jakarta, seru Udin.

LENGAN AYUN OGAH SAMA
Modifikasi aliran boleh sama, namun selera keduanya jangan sampe disamakan. Nanti malah jadi motor kembaran, kan malah monoton. Buat memperkuat aura street fighter, harus mengalami banyak ubahan. Seperti penggantian swing arm. Biar membumi, Fery lebih memilih lengan ayun seperti kabanyakan yang masih double arm, aplikasi dari Honda CBR 1100 XX. Dipadukan pelek lebar Kawasaki ZX-7R dan ban gembot kepunyaan Michelin.

Sedangkan Irfan adopsi mono arm kepunyaan motor asal Inggris yang berngaran Triumph Daytona, satu set dengan pelek belakang. Tapi, pelek depan doi malah aplikasi kepunyaan Yamaha R1. Biar lebih keren dibanding yang lain, dan bikin virus baru di kalangan keluarga Minor Fighter, seru Irfan yang bukan Irfan Bachdim.

Penyesuaian sudah pasti dibagian dudukan lengan ayun, semua swing arm disesuaikan ke rangka saja. Karena ukuran swing arm yang lebar otomatis, gir belakang harus ngikutin dan solusinya 6 gir ditumpuk lantas dilas agar garis pertemuan gir depan belakang bisa center, seru Udin yang bukan Udin Petot. He..he...

BUNTUNG VS BEREKOR
Ciri khas dari sononya memang Keluarga Minor Fighter, buntutnya buntung seperti modif di Scorpio biru ini. Tapi, kan yang namanya keluarga bebas saja untuk memilih buntut model buntung atau berekor. Yang pasti mah single seater deh, kata Fery yang keluarga Minor Fighter Simpul Jakarta ini.

Pemanjangan buntut alias ekor di Mega Pro ini lewat aplikasi pipa seamless inci yang dibikin sekitar 50 cm. lanjut dibalut cover berbahan fiber, untuk penutup backbone baru biar lebih tampil ciamik dan rapi yang didesain meruncing kebelakang. Dikombinasi stop lamp LED, biar aman ketika mau berhenti.

Buntut Scorpio dibikin dari pipa besi dengan ukuran sama namun panjangnya hanya dibedakan 20 cm. Sehingga didapat kesan buntung.

Buat mempertegas Keluarga Minor Fighter, Irfan sedikit ngasih tanda di jok yang dibikin buntung dengan patch bertulisan MINOR FIGHTER-WILD RADICAL RESPECT. Irfan juga tak lupa untuk memasang stoplamp bernuansa LED. Wih kompak tuh he he. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Honda Mega Pro
Sok belakang: Kawasaki ZX-7R
Knalpot : Custom by Stanlee
Paint work : Danagloss
Pelek : Kawasaki ZX-7R

Yamaha Scorpio Z
Spidometer : Koso RX-1N
Lampu depan : Hella
Sok belakang : Honda CBR 1000R
Knalpot : Custom by IMS Chuenk Footstep : Yamaha R6




More aboutHonda Mega Pro dan Yamaha Scorpio Z, Kompak Satu Aliran

Kawasaki KSR 110, Dijejali Spek Mesin MP1

Posted by ragiel pendowo on Sunday, August 26, 2012


Meski mini, tapi Alberto Augustino ingin Kawasaki KSR 110 miliknya punya power yang maxi alias maksimal. Itu permintaan pria yang tinggal di daerah Gayung Sari, Surabaya, Jawa Timur ke salah satu temannya.

Katanya dia ingin motor ini bisa membawa lari dirinya yang punya bobot tubuh 80 kg. Tapi, larinya kayak motor balap. Makanya, aku kasih spek MP1 (Bebek 4-Tak Tune Up 125 cc; red), ujar Yosi Novianto, pemilik MP2 Speedshop yang diminta Alberto buat racik pacuan mini bergenre Supermoto itu.

Yosi yang juga sohib karib Alberto melakukan proses bore up. Awalnya, sang pemilik ingin bore up hingga sentuh 150 cc. Tapi, doi sarankan agar bertahap. Maksute, jajal dulu bore up 130 cc. Jika dirasa masih kurang, baru dibore up lagi.

"Soalnya motor ini juga dipakai buat harian oleh Alberto. Keliling Surabaya untuk dagang juga, meski dia punya speedshop buat Kawasaki Ninja 250 dan moge, jelas pria yang workshop-nya di Jl. Cempaka, No. 4 Blitar, Jawa Timur itu.

Demi kejar spek 130 cc, maka piston milik Kawasaki Athlete diameter 57 mm pun dipakai. Piston ini, oversize 100 dari piston standar bebek Kawasaki 125 cc itu. Lewat part ini, kini isi silinder KSR yang sebelumnya main di 115,2 cc pun beranjak jadi 129,5 cc. Aplikasi piston dari FIM Piston, dome part penggebuk ruang bakar itu dibikin jadi 2 mm.

Karena pergantian piston yang besar, klep ikut disesuaikan. Untuk itu, Yosi mengandalkan klep dari Kawasaki KLX 250. Klep ini lebih kuat ketimbang klep CBR 250. Diameter batangnya juga 4,5 mm. Jadi, enggak terlalu berat, sembari bilang rasio kompresi bermain di 12,5 : 1.

Toh diameter payung klep yang aslinya 33,5 mm (in) dan 28,3 mm (ex) dikecilkan lagi. Kini, buat klep isap dibuat jadi 28 mm dan 24 mm klep buang. Noken as buat klep in dan ex, digerus hingga timbulkan durasi 265.

"Untuk lift klep, sengaja tidak dibuat terlalu tinggi. Tapi, cukup dipatok di 8,2 mm aja. Itu buat klep isap dan buang, timpal pria 32 tahun ini. Klep juga dikombinasi pakai per klep merek Gold dari Amerika Serikat.

Menurut Yosi, per ini sudah keras. Tapi, anehnya masih minta lebih keras. Aslinya tinggi ulir 34 mm. Tapi, diganjal lagi pakai ring 1 mm. Kalau gak diganjal, di rpm tengah kayak mbrebet. Setelah diganjal, teriak power sempurna, tutupnya sembari bilang karburator pakai Keihin PWK 28 mm Sudco.

Gas pol deh! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Gas spontan : Yamaha YZ 125
Rantai : Faito
Per kopling : Variasi Thailand
Knalpot : MP2 Stainless Steel
MP2 Speedshoop : 0819-37700088




More aboutKawasaki KSR 110, Dijejali Spek Mesin MP1

Honda Shadow 600, Jepangan Lebih Baik

Posted by ragiel pendowo on Saturday, August 25, 2012


Begitu menurut Bro H. Agus Irfan yang akrab disapa Reno ini. Menurutnya, custom motor Jepang punya keuntungan. Lebih simpel, fleksibel dan nyaman diajak turing jauh.

Berdasarkan alasan itu dia berbenah tunggangan Honda Swadow-nya.Nggak Begitu banyak ubahan. Paling tidak langkah chop radikal sampai membuat sasis baru nggak dilakukan, jelas anggota Bikers Brotherhood MC ini.

Bagi penikmat custom sangat masuk akal. Jika Pak Haji mengejar bentukan traditional choppers, tentunya ia enggak usah susah-susah merombak sasis. Aslinya Shadow sudah mendekati. Palingan beberapa langkah yang perlu saja, kata pengusaha farmasi ini.

Ubahan paling utama mengejar riding position lebih nyaman untuk turing jauh. Di sini doi memilih setang gaya ape hanger demi style dan kenyamanan. Untuk jalan jauh, ape hanger membuat kita lebih rileks. Tak cuma itu, attitude die hard choppers juga kena, katanya lagi.

Secara estetika, ia enggak berhenti sampai disana saja. Ape hanger sangat cocok dipadukan dengan desain knalpot mengarah ke atas, seperti style choppers era 70-an.

Tentunya enggak berhenti sampai di sana. Setelah style up sweep knalpot tadi, Reno melanjutkan lagi dengan nuansa klasik di motor ini. Sadel dibuatkan single seat ala sadel kuda mengingatkan kita ke romantika wild west zaman dahulu. Estetika ini mengharukannya menngcustom ulang desain sepatbor.

Kalau ngikutin aslinya, knalpot Shadow mendekati fulldressed kadang menganut gaya ducktail. Tentu kalau masih pakai model gitu, enggak akan masuk dengan jok single seat yang dipilihnya. Makanya, sepatbor dipilih minimalis hanya sebatas setangah ban lengkah dengan sissybar klasik menjorok ke atas demi menguatkan unsure klasiknya.

Pamungkas di estetika kelir. Dibuat simpel saja, warna dasar hitam dengan sentuhan goldleaf sebagai aksentuasi, kata Reno lagi. Baginya motor jangan terlau mencolok apalagi kalau nantinya terjebak jadi motor poser.

Setuju Mang Haji. Gasss! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 19-100/90
Ban belakang : MT 353 15-150/90
Cat/airbrush : Striping goldleaf
Suspensi belakang : Monosok
Rantai : DID 525




More aboutHonda Shadow 600, Jepangan Lebih Baik

Piaggio X9 Amalfi, Penyempurna Tampilan

Posted by ragiel pendowo on Thursday, August 23, 2012


Pepatah tua mengatakan, tak ada manusia yang sempurna, pribahasa itu masih digunakan dari dulu hingga sekarang. Namun ini kali pepatah ini agak sedikit diplesetin, tak ada motor yang sempurna he..he... Boleh donk diubah sedikit sesuai dunia roda dua. Pasalnya sesempurna apapun, motor pasti terasa kurang kalo belum kena sentuhan modif.

Seperti yang dilakukan Resya Ardiansyah yang ketua Piaggio Owner Community (POC) pada Piaggio X9 Amalfi keluaran 2003 miliknya. Dibantu bengkel Anom di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tampilan big scooter asal Itali ini dianggap kurang sreg. Kepingin dikasih part yang bikin hati tambah jatuh cinta sama si bohay, kekeh Echa, panggilan akrab Biker ini.

Windshield bawaan motor yang dirasa kurang lebar diganti kepunyaan produk GIVI yang memang berukuran lebih besar dibanding standar. Sehingga terpaan angin dari depan ketika turing semakin minim. Biar enggak masuk angin ya bro he..he...

Comportable ketika handling diubah lewat rebuild jok yang dibikin lebih membentuk lekuk bokong. Juga dibikin berundak mirip punduk onta masih dipertahankan. Namun kulit yang dulu hitam sekarang berganti cokelat lewat aplikasi original leather Piaggio. Juga back rest yang kepunyaan GIVI.

Bagasi yang terdapat di bawah jok dirasa kurang untuk memuat barang ketika turing bareng anak POC. Buat bawaan lebih, doi caplok box GIVI tipe E55 yang memiliki kapasitas 55 liter.

Carbon looks terlihat di beberapa bagian. Seperti coverhood atau cover setang dan bagian belakang motor lewat aplikasi carbon printing. Sorotan mata belo si matic bohay ini, dipertajam lewat aplikasi lampu HID.

Biar larinya semakin ngacir, juga upgrade performa. Untuk pengaturan pengapian dicamploki CDI Mallosi, roller X9 250, rasio dan blok silinder GT 200L, jelas Echa yang biasa nongkrong tiap Sabtu-Minggu di Jl. Tanjung No.17, Menteng, Jakarta Pusat. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Michelin 120/70-14
Ban belakang : Michelin 140/70-14
Lampu hazard : Strobo
Windshild : GIVI X-Evo
Back rest : GIVI




More aboutPiaggio X9 Amalfi, Penyempurna Tampilan

Honda Tiger, Chopper Sarat Sejarah

Posted by ragiel pendowo on Wednesday, August 22, 2012


Honda Tiger lansiran 2006 yang dimodif chopper ini jika dilihat dari ubahan bisa dibilang ekstrem. Identitas dari Honda Tiger hanya disisakan mesinnya saja, sedangkan rangka dicustom ulang dengan mengandalkan pipa seamless tebal 3 mm.

Rangka dibikin model chopper low rider. Sesuai dengan permintaan dari Sukamto, sang pemilik, jelas Suwiryo Adi Wijaya alias Wiryo, sang komandan Wieryo Custom.

Proses pengerjaan rangka dilakukan secara serius, karena jika gagal efeknya motor akan tidak nyaman ketika diajak riding. Intinya hanya mengatur roda depan dan belakang agar center. Selain itu panjang sumbu roda depan dan belakang dibikin sama dengan aslinya yaitu 165 cm, ujar modifikator yang beralamat di Jl. Cipinang Muara II No. 53, Jatinegara, Jakarta Timur itu.

Rangka tadi dipadukan tangki made in Wiryo yang dicustom model Mohawk. Mengandalkan bahan galvanis setebal 0,8 mm dengan dipadukan setang model V-bar yang dibikin mirip dengan bentuk sayap burung rajawali.

Kelar pada bagian rangka dan tangki, ubahan menjalar ke aksesoris pemanis. Seperti jok yang dibikin dengan model runcing sebagai ciri dari chopper, tutup tangki dengan bentuk mahkota raja membuat motor lebih terlihat klasik.

Selain itu, pada bagian bawah jok diberi tabung yang berfungsi untuk menyimpan kabel-kabel agar motor terlihat rapi. Kemudian agar tampilan motor terlihat klasik modern, Wiryo memberi warna merah bata yang dipadukan dengan grafis model salur berwarna gold.

Selain modifikasi yang keren, motor ini menjadi punya nilai sejarah. Maklum, motor ini jadi saksi bisu musibah kebakaran yang dialami oleh sang modifikator. Ini salah satu motor yang bisa saya selamatkan dalam kondisi utuh, ucap Wiryo

Bagi Sukamto sendiri, motor ini juga punya unsur history, karena pada saat kebakaran terjadi, motor baru selesai tahap finishing. Secara kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun Sukamto. Padahal itu tidak direncanakan ujar Sukamto.

Namun berbuah manis. Alhasil, motor yang lolos dari maut ini sekarang menjadi motor kebanggaan Suwiryo dan Sukamto yang sama-sama senang dengan modifikasi beraliran chopper. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 4,00-18
Ban belakang : Metzeler 190/55-17
Knalpot : Wieryo Custom
Head lamp : Variasi
Wieryo Custom : 0813-1422-2145




More aboutHonda Tiger, Chopper Sarat Sejarah

Honda Blade, Kena Virus Grafis

Posted by ragiel pendowo


Sering munculnya motor bertemakan airbrush grafis di Tabloid MOTOR Plus, dirasakan kuat oleh Ramdhani Akbar, pembaca setia EM-Plus. Sehingga Honda Blade keluaran 2009 adalah alat pelampiasannya. Tapi, saya kurang suka dengan warna yang terlalu ramai dan mencolok mata, jadi saya memilih warna grafis yang lebih soft, kata pria yang tinggal di sekitar Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat.

Buat urusan cat mengecat, doi serahkan ke Joni Ilmawan dari AJ Air Brush di Jl. Daan Mogot, Samping Taman Kota, Blok A, No. 87, Jakarta Barat. Om Joni panggilan akrab seniman airbrush ini, memadukan beberapa warna dari cat merek Blinken dan Sikkens, agar tercipta warna yang berbeda namun tetap sinkron.

Hasil maksimal lewat pilih clear merek Spies Hecker, kata Om Joni. Hasilnya terlihat sangat soft, apalagi perpaduan warna biru ketemu oranye. Eye catching banget deh. Lantas headlamp dan stoplamp, ikut kena semprot mata brush dengan warna oranye. Hmm... malah jadi burem dong he..he...

Diimbangi dengan jok yang pelapisnya dipilih merek MB-Tech. Senada dengan warna putih kombinasi oranye dengan dasar hitam.

Bagian bodi sudah segar kalau dipelototin. Kurang pas jika part standar masih burem. Dilanjut sesi celup bahan kimia yang dilakukan oleh LGT Chrome yang terletak di Jl. Kapuk Sawah No. 38, Jakarta Barat.

Part yang dicelup standar tengah-samping, swing arm dan blok mesin kiri-kanan. Pokoknya semua kena celupan, termasuk head juga ikut dibikin kinclong, seru pria bertubuh gempal ini.

Mesin ogah standar. Piston oversize 50 pakai Kawasaki Kaze diameter 54 mm merek TKRJ Japan, noken as dibubut sekitar 1 mm, mantap Dani sapaan akrabnya. Sekarang cc membengkak jadi sekitar 127,2 cc, tadinya hanya 110 cc. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pelek : D-max
Ban depan : Comet 60/80-17
Ban belakang : Comet 80/10-17
Jari-jari : Yaguso
AJ Air Brush : 0822-6049-1190




More aboutHonda Blade, Kena Virus Grafis

Kawasaki Ninja 250R, Bintangnya Colin Edwards

Posted by ragiel pendowo on Tuesday, August 21, 2012


Enggak ada niatan buat Julius Larisman buat mencipta Kawasaki Ninja 250R miliknya penuh dengan grafis bintang. Ide atau konsep itu muncul setelah pria yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara ini bertemu dengan Andri Wisono Hartanto.

Kebetulan sering hang out bareng dengan Andri. Dan, Andri sendiri juga seorang airbrusher. Jadi, banyak tukar pikiran untuk modif Ninja ini, ungkap Julius yang nama panjangnya bukan Larismanis ini. He..he..he... Just kiding, bro!

Lanjut! Meski Julius sendiri pengagum Noriyuki Haga, tapi doi enggak keberatan ketika Andri menyodorkan salah satu konsep motor yang pernah dipakai Colin Edwards berlaga di MotoGP.

"Agak lupa juga desain ini dipakai dimana. Tapi, yang jelas ketika Colin berlaga di tim Yamaha, ungkap Andri yang juga pemilik Andri Design yang workshop-nya di Jl. Pademangan 4, Gg. 14, No. 2A, Pademangan, Jakarta Utara.

Tapi, airbrusher 32 tahun ini tak murni contek desain seluruhnya. Dirinya, coba kembangkan lagi desain yang ada. Kalau sama banget, ya enggak akan bikin pintar. Maka itu, saya coba bikin beda, timpalnya.

Paling utama, dari urusan warna. Jika aslinya pacuan Colin itu berwarna Biru, maka kelir utama diganti jadi warna merah. "Pertimbangannya, karena ada teman dari Spies Hecker yang menawarkan warna Candy Red. Warna ini jarang yang pakai lagi. Mungkin juga karena harganya lumayan mahal, kata pria yang juga gape airbrush helm itu. Pertimbangan lainnya, karena ingin samakan kelir yang tertera di STNK juga BPKB. Walah..!

Dengan mengambil konsep 50 persen dari desain Yamaha YZR-M1 Colin, 50 persen lagi coba dibuat beda. Tapi, yang jadi patokan desain tetap dipajang. Misalnya, dari motif bintang dan lekukan grafis yang ada di bodi.

Buat hadirkan kelir Candy Red, sebelumnya bodi dilapis kelir Silver yang juga dari Spies Hecker. Ini dilakukan agar warna candy lebih keluar. Setelah kering, tinggal dimainkan grafis dan motif. Selesai, tinggal tutup pernish deh! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Michelin 120/60-17
Ban belakang : Michelin 160/60-17
Knalpot : Akrapovic
Sok belakang : Bitubo
Andri Design : 0816-1995-604




More aboutKawasaki Ninja 250R, Bintangnya Colin Edwards

Honda CBR 250R, Besarkan Bodi Doang

Posted by ragiel pendowo on Monday, August 20, 2012


Kesadaran masyarakat di dunia modifikasi soal keamanan berkendara sudah banyak dipahami. Walaupun modifikasi, tetap mempertimbangkan segi keamanan buat pengendaranya. Seperti yang dilakukan Budi Bijaksono pada CBR 250R. Pria yang tinggal di komplek Departemen Kesehatan, Jatibening, Bekasi ini ingin mengubah tampilan motor tanpa mengubah rangka standar.

Menurutnya, rangka standar perlu dipertahankan. Karena pabrikan sendiri sudah meriset dengan sangat baik soal rangka. "Makanya jangan mengubah rangka. Riskan," pesannya.

Pilihannya sekadar mengganti baju standar dengan milik CBR1000RR. Terbuat dari bahan fiberglass. Bodi CBR1000RR jelas lebih panjang dan lebar. Untuk mengaplikasinya, perlu sedikit memperpanjang rangka.

Tetapi Ujang dari Jail Custom Bodywork di Jl. Caman Raya No. 7, Jatibening, Bekasi, nggak mau kalah akal. Agar enggak banyak mengubah rangka, bodi CBR1000RR juga mesti mengalah dengan sedikit dipapas. "Tapi, enggak memaksa potong bodi aja, sasisnya juga sedikit disesuaikan, dimundurkan 3,5 cm. Caranya dengan menambahkan tulang dengan sistem baut," sela Ujang.

Untuk pegangan bodi custom juga disesuaikan dudukan dari motor aslinya. Tanpa menggunakan las. "Dudukan yang lainnya juga pakai sistem baut. Itu pun cukup dengan memanfaatkan lubang baut standarnya. Jadi, kalau pemiliknya sudah bosan dengan bodi custom, bodi standar bisa langsung dipasang lagi. Tidak susah," tambah Ujang.

Deltabox dibuat dengan menyesuaikan dudukan pada sasis CBR 250R yang pendek. Makanya agar bisa terpasang, deltabox model CBR1000RR dipotong sekitar 5 cm untuk menyesuaikan dengan panjang sasis CBR 250R. Tambahan lainnya, sepatbor standar dibuatkan rumah lampu. Agar lampu CBR1000RR bisa nemplok pas dan tepat.

Tak ketinggalan soal penerangan. Lampu depan memakai HID. Biar aki enggak tekor, tegangan di aki dibikin stabil. Untuk itu pakai kombinasi 9power yang bekerja sama dengan XCS.

"Perlu dua, 9power untuk membantu strom DC dan XCS untuk membantu aki agar enggak tekor," terangnya. Sedangkan lampu belakang cukup dengan membuatkan rumah lampu yang menyesuaikan sepatbor aslinya.

Bodi yang sudah membesar diguyur airbrush model grafis yang simpel dan enggak terlalu mencolok. "Sesuai dengan keinginan pemiliknya yang ingin menonjolkan bodi besarnya tanpa banyak pengaruh dari airbrush. Cukup dengan warna merah mencolok," tutup Ujang. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban belakang : Battlax 160/60-17
Ban depan : Battlax 120/60-17
Underbone : NUI
Kondom tangki : Custom
Jail Bodywork : 0856-9308-7074




More aboutHonda CBR 250R, Besarkan Bodi Doang

Honda GL 100, Cafe Racer Iseng-Iseng Berhadiah

Posted by ragiel pendowo on Saturday, August 18, 2012


Caf race salah satu gaya modifikasi yang pada awalnya dirancang untuk kongkow antar caf. Dilakukan oleh pemuda di Inggris yang senang ngebut. Namun pada perkembangannya, saat ini modifikasi ala motor balap jadul ini sudah menjadi bagian dari fashion yang hanya menonjolkan sisi tampilannya.

Seperti modifikasi Honda GL 100 yang dilakukan oleh Kamal Firdad dari Safari Motor. Meski awalnya mengaku enggak betah melihat motor dengan tampilan biasa saja nongkrong di bengkel, namun hasilnya istimewa.

Bahkan, saking luar biasanya bukan cuma bikin orang melirik tapi kepincut ingin memilikinya. Seperti Rizal, biker asal Negeri Jiran yang tertarik. Cita-citanya terwujud untuk memiliki Honda GL 100 garapan Kamal ini.

Menurut Kamal, Rizal suka dengan motor tampilan caf racer yang punya nuansa klasik, padahal awalnya Kamal hanya iseng ngemodif motornya. Enggak ada niat buat dijual bro, makanya kaget kalau ternyata ada orang yang mau beli motor saya, ungkap Kamal.

Sesuai dengan konsep, ubahan yang dilakukan hanya cenderung pada tampilan dan mempertahankan nilai orinisilnya, dan terkesan enggak berlebihan. Menurut builder yang berambut gaul ini hanya memanfaatkan part yang ada di bengkel saja, selain itu biar ada nuansa klasik juga mempertahankan part aslinya. Namanya juga iseng jadi ubahan engga terlalu ekstrim, tambahnya.

Part orisinil yang dipertahankan meliputi sokbreker depan yang dianggap serasi dengan bodi yang tidak terlalu gendut. Selain itu, rem depan juga masih dipertahankan karena dianggap masih mumpuni dan dapat menambah kesan klasik karena peranti ciet bawaan pabrik itu posisinya berada di kiri. Begitu juga perangkat pengereman pada bagian belakang yang dipadukan lengan ayun yang masih dipertahankan.

Ubahan yang dilakukan hanya memotong rangka belakang, sengaja saya potong rangka ekor sekitar 1 cm yang saya rasa terlalu panjang, kata Kamal yang buka workshop di Jl. Raden Saleh No. 10A, Karang Mulya, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang.

Rangka tadi dibalut bodi yang dicustom ulang dengan menggunakan bahan galvanis setebal 0,8 mm. Dipadukan warna cokelat tua dan muda yang efeknya membuat motor lebih klasik.

Selain itu, tangki made in Kamal dibentuk menyesuaikan rangka Honda GL 100. Kemudian dikasih tambahan variasi handmade dengan konsep minimalis.

Lebih sip, buntut tawon ciri khas caf racer dikombinasikan dengan jok kulit yang warna coklat. Agar dapat memberi kenyamanan saat riding. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Setang : Bitwell caf racer
Knalpot : Supertrap
Footstep : Honda CBR 400
Spidometer : Hyosung RX
Safari Motor : (021) 9900-9003




More aboutHonda GL 100, Cafe Racer Iseng-Iseng Berhadiah

Honda Mega Pro, Pesona WJS Sentuh Hatinya

Posted by ragiel pendowo on Friday, August 17, 2012


Nuansa gaya modifikasi dengan gaya WJS alias West Jateng Style menggoda Alex Febrianto from Sokaraja, Banyumas. Cocok dengan idealisme Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design, Purwokerto yang yang beken bikin modif dengan gaya buntut cepak ini.

Acuan bentuk masih tetap saya pertahankan dengan model buntung. Bodi simpel dan kecil di belakang. Sehingga bagian depan terlihat besar, juga membuang bagian tangki sehingga motor terlihat lebit flat atau rata, buka Agus DJ, panggilan gaul modifikator berkumis tipis ini. Tapi, kumis kan?

Sesuai dengan konsep, modifikator satu putri ini potong habis frame belakang. Saya potong mulai bagian atas center back bone di bagian atas mesin. Gantinya pakai pipa produk ISTW yang merupakan pipa standar sasis pabrikan motor di Indonesia, cuap pria ramah ini. Owhhh...

Karena joknya cuma secuil, pipa baja yang dipakai pun cuma sepanjang 25 cm. Pipa ini, diperkokoh lagi dengan pelat 5 mm. Jadi, konstruksinya dijamin kuat. Apalagi XK Bike Design beken dengan olah sasis yang paten.

Kreasi Agus DJ yang keren adalah penerapan lampu stop variasi trail. Biasanya lampu ini satu paket dengan sepatbor variasi enduro khas garuk tanah. Yang bikin beda, cuma diambil reflektornya saja.

Selain gaya, Lampu ini juga sengaja saya bikin buat aksen bodi belakang. Sehingga estetika dan fungsi juga dapat, papar mantan crosser era 80an ini.

Memang benar! Dengan nemplokin lampu stop mini, bagian belakang tidak terlihat terlalu kosong. Walupun secuil namun berfungsi dan menambah estetika. Sedang pilihan bentuk tangki, ayah dari Kalika Elvareta ini pilih dimensi imut juga. Tangki yang hanya muat 3 liter BBM ini, sengaja dibuat ngumpet pada bagian buntut.

Ini merupakan ide sendiri dengan modal pengalaman. Maksudnya, meminimalisir tangki penyok di kala jatuh. Caranya dengan mengubah posisi tangki, agar tidak penyok terkena setang di saat jatuh. Makanya posisinya dipindah belakang.

Dasarnya XK Bike Design lagi senang dengan aksen komponen sasis yang nongol keluar macam tubular. Cuma bedanya dari Ducati yang memang berciri tubular asli. Sasis ini, hanya sebagai detail visual saja. Materialnya dari pipa seamless 1 inci. Sengaja dibuat melengkung natural senada lekukan tangki. Wah, kayak lagu terbarunya DMasive aja. Itu, Natural.

Sip! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR 110/70-17
Ban belakang : Michelin 190/55-17
Pelek belakang : ZX 9R
XKBD : 0816-692964




More aboutHonda Mega Pro, Pesona WJS Sentuh Hatinya

Yamaha V-ixion, Modif Ogah Repot

Posted by ragiel pendowo on Thursday, August 16, 2012


Banyak cara modif bisa ditempuh buat menghasilkan motor idaman. Ada yang extreme potong rangka, ganti kaki-kaki extra besar dan juga minimalis lewat aliran bolt on. Untuk yang disebut terakhir, ya seperti dilakukan di Yamaha V-ixion ini. Modif lewat part yang tinggal pasang alias bolt on.

Ubahan di V-ixion ini enggak bikin ribet, tinggal pilih part di display toko dan tinggal dibaut aja, seru Asep Sulaiman dari toko variasi Utama Motor di Jl. Raden Saleh, No. 6, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang. Walau tinggal pilih dan pasang, tapi baiknya tentukan dulu konsepnya. Jadi, hasilnya pun enggak bakal kecewa.

Konsep yang disasar oleh Kang Asep tentunya aliran street fighter. Untuk kuatkan aliran itu, lampu lancip standar dari V-ixion ditanggalkan. Diganti lampu custom yang modelnya mirip kepala salah satu tokoh Ninja Scorpion. Itu lho, yang ada di serial film Mortal Kombat. Basic headlamp dibuat dari lampu Honda New Supra X125 FI yang diberi kedok dari fiberglass.

Tangki enggak usah pusing mesti dimodif apa. Toh banyak pilihan kondom tangki yang terbuat dari fiberglass buat dipasang di V-ixion, bilang kang Asep yang asli orang Kuningan, Jawa Barat itu. Sayangnya pilihan kondom ini rasanya kurang cocok. Karena lekukannya kurang lancip dan tumpul.

Bagian buritan sudah aplikasi jok model berundak ala motorsport. Bisa single seater atau boncenger. Kalo diperhatikan sih, model lekukan yang disajikan mirip lekukan Ducati 1098S. Apalagi swing arm aplikasi model banana.

Semua variasi ini tinggal baut dan pasang. Mereknya HK Sport yang merupakan produksi masal dari Utama Motor, promosi kang Asep.

Owhhhh.... (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Swing arm: HK Sport
Pelek: RGV
Ban depan: Corsa 100/70-17
Ban Belakang: Corsa 130/70-17
Telepon: (021) 734-54741




More aboutYamaha V-ixion, Modif Ogah Repot

Honda Vario Techno 125 PGM-FI, Bore Up Piston Kaze

Posted by ragiel pendowo on Wednesday, August 15, 2012


Satya Yudha Prawira yang pemilik Honda Vario Techno 125 PGM-FI ini, terpancing bisikan Deny Mansur alias Komeng. Doi sang mekanik yang mendiami bengkel di Halim Jakarta Timur. Komeng yang beberapa tahun lalu tenar dalam dunia persilatan balap liar mengaku sudah lama gatal membuat motor kencang berbasis sistem injeksi.

Pemilik workshop Clincic Motor itu pun tak segan melahap mesin Vario 125. "Dari dulu penasaran dengan mesin injeksi, saya yakin injeksi bisa dibikin lebih kencang dari motor karbu. Makanya ketika ada kesempatan, langsung dikerjain, sebut Deny yang beken dengan panggilan karib Komeng.

Tapi, buat project awal ini, Komeng banyak menggunaan parts bawaan. Tapi, itu enggak berlaku buat piston ya! Sebab buat penggebuk ruang bakar, pakai piston milik Kawasaki Kaze. Dari yang standar Vario 52,5 mm diganti pakai diameter 53,5 mm. Sebenarnya penggantian piston ini buat kejar kompresi agar lebih tinggi, kata tunner yang juga ayah dari Reyhan Farish Pratama itu.

Pakai milik Kaze, jarak pen piston ke bibir piston lebih tinggi. Kondisi ini, bikin permukaan piston lebih keluar dari bibir silinder. Lewat ubahan ini, sempat tercipta perbandingan kompresi 12,7 : 1.

Sayangnya, kompresi ini terlalu tinggi buat pacuan. Akhirnya, timbul masalah. Motor jadi tidak responsif juga ngelitik. Bensin juga butuh oktan lebih tinggi. Bisa juga diakali lewat upgrade injektor dan setingan ECU agar kebutuhan bensin tercukupi, sebut Komeng yang bukan pelawak itu.

Karena keterbatasan dalam mendapatkan injektor dengan semburan lebih deras dan ogah repot juga, Komeng lebih pilih turun kompresi. Dome alias permukaan piston dipapas lagi hingga kompresi turun menjadi 12,1 : 1.

Klep Honda CS1 diandalkan. Diameter klep in 28 mm dan ex 24 mm. Tetapi agar proses pengabutan bahan bakar dan udara yang masuk ruang bakar lebih bagus, sitting klep dibuat sudut bertingkat. Yaitu; 25, 30, 45, 65 dan terakhir 75 derajat. Sedang untuk klep-nya sendiri, 45 dan 15. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban: Michelin 80/90-14
Klep: Honda CS1
Handle rem: KTC
Sok belakang: YSS
Clinic Motor : (021) 922-27006



More aboutHonda Vario Techno 125 PGM-FI, Bore Up Piston Kaze

Kawasaki KXF250, Pabrikan Turun Tangan

Posted by ragiel pendowo


Di musim balap 2012, Kawasaki INK Denso ELF Caspian Orca Motor satu-satunya tim balap motocross yang disupport langsung pabrikan. Di bawah bendera Kawasaki Motor Indonesia, Kawasaki KXF 250 terbaru yang digeber pembalapnya Adi Aprian Nugraha sudah dipersiapkan sejak awal. Utamanya sistem software pada ECU yang sudah diprogram menyesuaikan sirkuit yang dipakai gelaran Kejurnas Motocross.

Memang belum seluruh sirkuit yang dimapping, saat ini baru ada sirkuit yang sudah dilengkapi dengan data lengkap. Seperti sirkuit Depok, Harvest di Cibubur dan sirkuit Ciamis yang bakal digelar seri ke 4 Kejurnas Motocross September nanti, ujar Teddy Gustiar sebagai Manajer Tim Kawasaki INK Denso ELF Caspian Orca Motor.

Proses seting motor ini dibantu langsung pihak KMI yang menyediakan software KXF250 dari Jepang. Untuk aplikasi dan proses instalnya dibantu oleh Novel Faisal yang juga sebagai supporting tim untuk balap Supersport di Asia dan Road Race tim pabrikan Kawasaki, lanjut Teddy.

Mirip seperti pada besutan road race yang memang mekanik sudah memiliki data ideal untuk seting motor sesuai permintaan pembalap. Pada balap motocross meskipun tidak sedetail road race, tetapi sangat membantu pembalap.

Power ngisi terus padahal saat pakai software standar mesin selalu minta di selip kopling saat keluar tikungan, ujar Adi Aprian Nugraha yang standing poin balap Kejurnas Motorcross musim ini berada di urutan 5 besar.

Selain itu pihak KMI juga membantu riset suspensi buat motor Adi yang kesulitan seting sokbreker lantaran bobot pembalap ini hanya 49 kg. Karena rata-rata pembalap motocross memiliki bobot di kisaran 65 sampai 70 kg.

Kalau bobot pembalap ideal mudah seting suspensi. Apalagi beberapa vendor suspensi macam Ohlins sudah menyediakan beberapa pilihan pegas yang bisa dipakai pembalap, urai Teddy.

Lantaran itulah KMI ikut membantu dengan meyediakan spring sok yang sudah diseting sesuai bobot Adi. Sok depan dan belakang masih pakai standar. Cuma springnya saja yang diganti racikan dari KMI, jelas Teddy yang menambahkan masing-masing sok disediakan dua pilihan, spring soft dan hard.

Nah, aplikasi seting suspensi ini baru akan dipakai pada gelaran Kejurnas Motorcross yang berlangsung di Ciamis pertengahan September nanti. Untuk latihan pakai spring baru ini motor enggak terlalu liar. Lebih mudah diajak bermanuver, tinggal nunggu saat race saja. Pembuktiannya nanti, harap Adi.
(motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban belakang: Bridgestone 100/80-18
Ban depan: Bridgestone 80/70-21
Knalpot: FMF
Decal: TryInk
Monoshock: Standar




More aboutKawasaki KXF250, Pabrikan Turun Tangan

Kawasaki New Ninja 250, Eh Sudah Ada Modifnya!

Posted by ragiel pendowo on Tuesday, August 14, 2012


Jiaaaaaah! Baru kemarin launching, eh sudah ada Kawasaki Ninja 250 Fi yang dimodifikasi. So pasti bakal jadi pusat perhatian! Apalagi yang pemiliknya berstatus lady biker, Ananda Welda cewek manis ini makin pede jalan-jalan dengan tunggangan anyarnya yang tampil lebih macho.

Motor ini baru dikirim ke rumah Welda pada 3 Agustus lalu, tapi pada tanggal 10 Agustus pada saat bertemu dengan kru redaksi, penampilannya sudah banyak berubah. Untuk pengerjaannya, motor ini dilakukan oleh witjax Modizigner, ungkap wanita mungil ini.

Pengerjaannya menggunakan prinsip SKS (Sistem Kebut Semalam). Makanya, dalam waktu singkat, sudah banyak yang berubah. Pertama yang dilakukan adalah mempercantik kelir bodi. Tetap mempertahankan warna dasar hitam tapi ditempel cutting sticker bergaya techno, trend 2012 dari Witjax Modizigner yang memang jago urusan stiker.

Sedang kaki-kakinya justru beralih ke pelek Ninja 250R lama, tujuannya agar piringan cakram bisa diganti dengan variasi yang lebih besar. "Tujuan kedua adalah biar pelek belakang bisa ganti yang lebih lebar pakai pelek Kawasaki ZX-10R tahun 2011 dengan lebar 6 inci. Karena pelek ini bentuk palangnya sama seperti pelek standar Ninja 250R lama," beber Welda.

Untuk memasukan pelek standar Ninja 250R lama ke sokbraker depan Ninja 250 baru, harus dibuatkan bushing anyar. Termasuk membuat cover rumah speedometer. Kan Ninja 250 injeksi sudah pakai speedometer digital, tidak ada lagi kabel speedometer di roda depan. Giliran pelek belakang, langsung dikawinkan dengan swing arm ZX-6R.

"Supaya nyaman, jok juga diganti. Busa dan kulitnya ambil dari motor matik yang lebih lembut. terang Welda yang mengaku tidak melakukan banyak ubahan di mesinnya. Mesin tetap dibiarkan standar, hanya memasang knalpot slip on custom saja, tutupnya. (motorplus-online.com)

Data Modifikasi :
Ban depan : Bridgestone Battlax BT90
Ban belakang : Bridgestone Battlax BTS20
Disk brake depan : KTC
Disk brake belakang : ZX-10R
Handel rem: Ride IT
Witjax Modizigner: 08566330226




More aboutKawasaki New Ninja 250, Eh Sudah Ada Modifnya!